Hari Bumi Sedunia dan Esensinya

iop.jpg

http://resources4rethinking.ca

Hari Bumi (Earth Day) adalah peringatan tahunan yang dirayakan pada tanggal 22 April setiap tahunnya di seluruh dunia. Peringatan internasional ini dirayakan dengan berbagai acara yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran bersama sekaligus menunjukkan dukungan dalam upaya pelestarian lingkungan. Semenjak pertama kali dirayakan pada tahun 1970, perayaan Hari Bumi kini telah menjangkau lebih dari 193 negara di bawah koordinasi Earth Day Network (EDN), yaitu sebuah organisasi non  profit dan advokasi yang bekerja pada isu-isu lingkungan yang mendesak seperti perubahan iklim, energi terbarukan, dan pendidikan lingkungan di seluruh dunia.

Mirip dengan peringatan Earth Hour, Earth Day juga dirayakan secara serentak dengan berbagai event simbolis seperti penanaman pohon, parade bersepeda, pawai, pendidikan tentang lingkungan, flash mob, pembersihan kota dari sampah dan lain sebagainya. Ide utama dari peringatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan mengajak masyarakat untuk lebih peduli pada lingkungan sekitarnya sebagai bagian dari lingkungan global. Oleh karena itu, merayakan Hari Bumi tidak hanya dilakukan berupa seremonial saja, namun lebih ke peran serta aktif sesuai dengan kapasitas masing-masing dalam upaya pelestarian lingkungan.

Pada tahun 1990, Hari Bumi mulai dirayakan secara global oleh lebih dari 200 juta orang di lebih dari 140 negara yang berpartisipasi. Pada tahun 2000, Hari Bumi fokus dengan isu global warming dan penggunaan energi terbarukan dengan melibatkan ratusan juta orang, termasuk di dalamnya 5000 kelompok pemerhati lingkungan di 184 negara. Tahun 2016 kemarin, fokus Hari Bumi adalah penanaman pohon kembali, dengan target global berupa 7,8 milyar pohon sampai tahun 2020, atau satu pohon untuk tiap manusia di muka bumi. Menurut EDN, tahun lalu lebih dari 1 miliar orang terlibat dalam kegiatan Hari Bumi ini, menjadikan Hari Bumi sebagai event global terbesar di dunia.

Tahun 2017 ini, fokus tema Hari Bumi adalah literasi terhadap lingkungan alam dan iklim di dalamnya. Literasi merupakan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan dan iklim, yang hanya dapat dicapai dengan bekal pendidikan terlebih dahulu. Bersama-sama, kita perlu membangun masyarakat global yang paham akan konsep perubahan iklim dan menyadari bahwa ancaman tersebut penting untuk segera diatasi. Hal ini dirasa masih sangat relevan, karena selain faktor ketidaktahuan masyarakat, banyak pula masyarakat yang tidak percaya akan adanya global warming, perubahan iklim dan isu-isu lingkungan lain yang sudah jelas di depan mata.

Kesadaran terhadap lingkungan alam dan iklim di dalamnya tidak hanya akan mendukung dalam penyusunan hukum dan kebijakan yang pro lingkungan. Dengan lebih banyak masyarakat yang bergerak, pengembangan dan pemanfaatan teknologi ramah lingkungan juga akan semakin meningkat. Hal ini pada akhirnya akan memberi sumbangsih yang signifikan terhadap kelestarian planet kita, dimulai dari masing-masing individu di lingkungan sekitarnya.

Sumber: http://www.earthday.org

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s