Finlandia, Negara Paling Ramah Lingkungan di Dunia

Untitled-1.jpg

Finlandia merupakan salah satu negara nordik atau Eropa Utara dengan iklimnya yang dingin karena sebagian wilayahnya terletak lingkar kutub (arctic circle). Kendati demikian, bukan berarti seluruh daratannya tertutup salju sepanjang tahun. Bahkan rasio hutan dengan total wilayah Finlandia merupakan yang terbesar di antara negara-negara Eropa lainnya. Negara asal game Angry Bird ini sekarang sedang gencar-gencarnya menggalakkan program-program ramah lingkungan, terutama di bidang pelestarian hutan, pengendalian polusi, dan pelestarian keanekaragaman hayati. Menurut Indeks Kinerja Lingkungan 2016, Finlandia adalah negara terhijau di dunia kemudian diikuti oleh Islandia, Swedia, Denmark dan Slovenia.

Indeks Kinerja Lingkungan (Environmental Performance Index / EPI) memberi peringkat kinerja negara terhadap isu lingkungan di dua bidang, yakni perlindungan kesehatan manusia dan perlindungan ekosistem. Indeks ini dibuat oleh Universitas Yale dan Columbia bersamaan dengan World Economic Forum. EPI dibangun melalui perhitungan dan agregasi sembilan isu yang mencakup lebih dari 20 indikator.

Menurut laporan tersebut, peringkat teratas Finlandia sebagian besar didasarkan pada komitmen masyarakatnya untuk mencapai komunitas netral karbon (komunitas yang mampu menyerap karbon sebanyak yang mereka buang) pada tahun 2050. Berdasarkan hasil evaluasi EPI, Finlandia dinilai telah sangat baik untuk penanganan dampak di bidang kesehatan, air dan sanitasi serta keanekaragaman hayati dan habitatnya.

Finlandia menyediakan banyak contoh menarik tentang bagaimana melindungi lingkungan alamnya. Kebijakan perlindungan lingkungan di Finlandia didasari oleh database lingkungan yang luas dan terperinci serta tingkat keterampilan teknologi yang tinggi dari pemangku kepentingannya. Hal ini menjadi landasan bagi administrasi dan undang-undang lingkungan yang sangat efektif, karena cara perlindungan lingkungan dipertimbangkan di semua sektor masyarakat. Kepadatan penduduk Finlandia yang rendah dan lingkungan alam yang masih murni juga mempermudah usaha konservasi alam tersebut.

Buah regulasi kebijakan lingkungan tersebut terlihat jelas di seluruh negeri. Banyak danau dan sungai yang tercemar telah dibersihkan. Kualitas udara juga telah meningkat secara pesat di sekitar kawasan industri. Sebuah jaringan kawasan lindung yang terdiri dari hutan, sungai, danau, dan gunung telah ditetapkan untuk melindungi keanekaragaman hayati. Hutan sebagai sumber daya alam paling berharga di Finlandia dikelola dengan lebih seksama daripada sebelumnya. Bahkan, saat ini tingkat pertumbuhan tahunan dari hutan-hutan di Finlandia secara keseluruhan telah jauh melebihi jumlah total kebutuhan kayu di negara tersebut.

Emisi dari fasilitas industri besar juga telah ditekan secara signifikan, termasuk dari sektor pertanian, transportasi dan rumah tangga. Meski penetapan berbagai peraturan dan standarisasi pro-lingkungan ini pada awalnya kurang begitu menguntungkan bagi sektor industri yang ada, namun dalam jangka panjang dampak positif dari lingkungan yang terjaga pastinya akan dapat dirasakan bersama, dan masyarakat Finlandia percaya akan hal itu.

Upaya pelestarian keanekaragaman hayati di Finlandia telah dilakukan sejak tahun 1990an. Prinsip konservasi lingkungannya senantiasa diperbaiki dan dikembangkan. Saat ini, perhatian lebih diberikan pada pengelolaan ekologis hutan komersial dan hutan lindungnya. Alasannya adalah bahwa semakin baik pengelolaan dan pemeliharaan wilayah hutannya, maka kelestarian hayati yang sebagian besar bergantung pada hutan daerah sekitarnya akan semakin mudah untuk dijaga. Kebijakan ini pun akhirnya membawa hasil positif. Survei spesies terancam di Finlandia pada tahun 2010, menemukan bahwa status spesies hutan telah berkembang dengan cara yang lebih baik seperti spesies yang hidup di ekosistem lain.

Kemajuan Finlandia di bidang pelestarian lingkungan tidak serta merta terjadi karena kebijakan dan peraturan yang baik, namun lebih kepada kesadaran masyarakatnya untuk selalu menjaga kelestarian alamnya. Komitmen bersama seperti inilah yang perlu ditiru oleh masyarakat negara lain agar permasalahan lingkungan dan iklim global dapat segera teratasi.

Indonesia, yang memiliki peringkat EPI pada urutan ke 107 dari 180 dapat belajar banyak dari negara ini.

Sumber : https://finland.fi, http://www.smy.fi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s