Nasib Nelayan di Surga Maritim Indonesia

SAvab.jpg

sumber : https://www.merdeka.com/

Tanggal 6 April tahun ini menandai peringatan ke 57 dari Hari Nelayan Nasional. Oleh pemerintah, hari besar nasional ini ditetapkan untuk mengapresiasi jasa Para Nelayan Indonesia dalam upaya pemenuhan kebutuhan Protein dan Gizi seluruh masyarakat Indonesia. Sayangnya, Hari Nelayan ini agaknya masih kurang dikenal oleh masyarakat luas. Hal ini bisa dilihat dari euforia masyarakat yang tidak semeriah perayaan hari nasional profesi lain seperti Hari Buruh dan Hari Guru. Padahal, sebagai negara yang 60% penduduknya tinggal di daerah pesisir, para nelayan menjadi salah satu aset berharga dalam menunjang perekonomian nasional dan perlu mendapatkan perhatian lebih.

Ironisnya, nelayan di Indonesia kini masih lekat dengan kemiskinan. Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga Maret 2015 mencatat jumlah warga miskin Indonesia mencapai 28,59 juta orang atau 11,22 persen dari jumlah penduduk Indonesia, dari jumlah tersebut sebesar 32,4 persennya merupakan nelayan. Sebagian besar nelayan di Indonesia memang merupakan nelayan kecil yang menggunakan perahu tanpa motor dan perahu motor tempel. Nelayan semacam mereka ini rata-rata melakukan operasi penangkapan ikan yang hanya 1 hari alias one day fishing. Daya jelajah perahu sangat terbatas sehingga operasi penangkapan juga relatif dekat. Minimnya sarana dan prasarana, seperti alat tangkap yang ramah lingkungan, cold storage, hingga kurangnya Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang layak inilah yang menjadi salah satu dari banyaknya permasalahan bagi nelayan di Indonesia. Hal lain yang juga menjadi perhatian utama adalah mulai berkurangnya stok ikan akibat overfishing yang menyebabkan jarak dan biaya melaut menjadi jauh dan besar.

Sebagai negara maritim terbesar di dunia, sudah sepatutnya pemerintah lebih memperhatikan kesejahteraan para pelaku sektor kelautan di Indonesia, khususnya para nelayan dengan berbagai resiko pekerjaannya. Wujud dari perhatian tersebut dapat berupa penyediaan sarana dan prasana kelautan, peraturan-peraturan pemerintah yang berdampak positif kepada nelayan, hingga kemudahan pendistribusian hasil tangkapan para nelayan. Untuk dapat mewujudkan hal tersebut, pemerintah diawal perlu melakukan mapping (pemetaan) terlebih dahulu untuk mengidentifikasi permasalahan yang menyangkut nelayan. Apabila permasalahan telah teridentifikasi, maka berbagai kegiatan maupun program peningkatan kesejahteraan nelayan secara nasional akan dapat dirumuskan dan dilaksanakan. Pada akhirnya, kesejahteraan para pekerja kemaritiman akan mencerminkan kejayaan Indonesia di lautan, sesuatu yang telah menjadi ciri khas bangsa ini sejak jaman nenek moyang kita.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s