Indonesia dalam Earth Hour 2017

qe.jpg

Earth Hour di Pontianak, Kalimantan Barat. (Yohanes Kurnia Irawan/Fotokita.net)

Earth Hour 2017 yang diadakan oleh World Wide Fund of Nature (WWF) setiap hari Sabtu ke tiga di bulan Maret telah memasuki satu dekade di seluruh dunia, dan sembilan tahun di Indonesia. Perayaan ini dirayakan dengan mengupayakan inisiatif global demi mengajak individu, komunitas, praktisi bisnis dan pemerintah di seluruh dunia untuk turut serta mematikan lampu dan peralatan elektronik yang sedang tidak terpakai selama 1 (satu) jam. Kegiatan Earth Hour ini menjadi perwujudan kesadaran dan konsistensi akan kecintaan manusia kepada bumi yang merupakan  tempat tinggalnya. Tujuan utama dari kampanye ini adalah mengajak publik untuk melakukan perubahan gaya hidup yang sederhana dan murah yaitu hemat energi karena ketergantungan manusia terhadap listrik terus meningkat dari waktu ke waktu, sedangkan sebagian besar dari pembangkit listrik itu berbahan bakar fosil (minyak bumi, batu bara, dan gas alam) yang menghasilkan efek gas rumah kaca yang memicu pemanasan global.

Di Indonesia, perayaan Earth Hour ini dilaksanakan di sebanyak 35 kota di Indonesia. Partisipasi dilakukan dengan mematikan lampu-lampu penerangan di ikon-ikon kota, seperti Candi, Benteng, Monumen, Masjid, dan sebagainya, selama satu jam, mulai pukul 20.30-21.30 waktu setempat.

Kota-kota yang merayakan Earth Day tersebut tersebar di berbagai wilayah. Di Sumatra, kota yang berpartisipasi antara lain Banda Aceh, Lampung, Medan, Padang, Palembang, Pekanbaru. Di Jawa, perayaan Earth Hour akan digelar di Kota Bandung, Bekasi, Bogor, Cimahi, Depok, Yogyakarta, Kediri, Batu, Malang, Serang, Sidoarjo, Solo, Surabaya, Tangerang, Jakarta, Semarang. Sementara itu, aksi Earth Hour di Kalimantan berlangsung di Kota Balikpapan, Banjarmasin, Palangkaraya, Pontianak, Samarinda, Kutai Barat, Singkawang. Di  Sulawesi, Palu, Palopo, dan Kota Makassar yang didaulat sebagai pusat pagelaran switch off juga akan ambil bagian dalam perayaan Earth Hour. Begitu pula Kota Denpasar di Bali dan Mataram di Nusa Tenggara Barat. Tak ketinggalan, Kota Jayapura di Papua pun turut merayakan Earth Hour.

WWF Indonesia seperti dikutip nationalgeographic.co.id melansir bahwa perayaan Earth Hour tak terbatas hanya dengan mematikan lampu penerangan di ikon-ikon kota. Setiap individu juga berpartisipasi mematikan lampu dan alat elektroniknya selama satu jam, mulai pukul 20.30-21.30 di manapun ia berada.

Aksi mematikan lampu ini pada dasarnya adalah sebuah perayaan simbolis sekaligus kampanye untuk peduli lingkungan. Kampanye Earth Hour ini diperingati setiap tahun untuk meningkatkan kesadaran publik untuk berpartisipasi dalam kegiatan peduli lingkungan dengan cara menggunakan energi secara bijak dan menerapkan gaya hidup ramah lingkungan.

Sumber: http://nationalgeographic.co.id

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s