Apa itu Kota/Kabupaten Layak Anak?

e6ae5533622331.56c48a7dc82ec.jpg

source: njournoud.myportfolio.com

Kota/Kabupaten Layak Anak (KLA) adalah sistem pembangunan Kota/Kabupaten yang mengintergrasikan komitmen dan sumberdaya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha/swasta yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan, program dan kegiatan untuk pemenuhan hak-hak anak. Program ini oleh UNICEF dinyatakan sebagai perwujudan dari Konvensi Hak Anak di tingkat lokal, yang dalam prakteknya diartikan bahwa hak-hak anak tercermin dalam kebijakan, hukum, program dan anggarannya.

Indikator KLA terdiri atas enam indikator kelembagaan dan 25 indikator substansi yang dikelompokkan ke dalam lima klaster hak anak, yaitu hak sipil dan kebebasan; hak lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif; hak kesehatan dan kesejahteraan dasar pendidikan, hak pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya; serta hak perlindungan khusus.

Jumlah populasi anak-anak di Indonesia kurang lebih sepertiga dari jumlah penduduk Indonesia. Pembangunan Kota/Kabupaten Layak Anak penting untuk dilaksanakan karena kehidupan dan kesejahteraan anak adalah modal bagi investasi dan sumberdaya manusia di masa yang akan datang. Anak-anak  adalah generasi penerus bangsa di mana tumbuh kembangnya sangat penting untuk menentukan masa depan bangsa yang berkelanjutan.

Sejauh ini, upaya untuk mewujudkan Kota/Kabupaten Layak Anak adalah dengan beberapa metode, yakni:

  • Bottom-up: dimulai dari keluarga, gerakan masyarakat, meluas ke RT/RW ke desa/kelurahan dalam wujud “DESA/KELURAHAN LAYAK ANAK”, selanjutnya meluas ke kecamatan – dalam wujud “KECAMATAN LAYAK ANAK”, dan berujung pada kabupaten/ kota dalam wujud “ KABUPATEN /KOTA LAYAK ANAK”

  • Top-Down: dimulai dengan fasilitasi pada tingkat nasional, menuju ke provinsi dan berujung pada Kota/Kabupaten, dalam wujud “KOTA/KABUPATEN LAYAK ANAK”.

  • Kombinasi antara bottom-up dan top-down.

Kota-kota perintis konsep KLA di Indonesia antara lain Surakarta (Solo), Denpasar (Bali), dan Surabaya (Jawa Timur). Akhir tahun 2016 kemarin, 301 kota/kabupaten lain telah bergabung dalam inisiasi program ini. Jika semua kabupaten/kota mempunyai komitmen menjadi KLA, maka target pemerintah untuk mencapai Indonesia Layak Anak atau disingkat Idola akan terwujud pada tahun 2030 mendatang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s