Michi No Eki, Sebuah Konsep Rest Area bagi Pengguna Jalan

Mendengar istilah Michi no Eki, pastilah terbayang di benak kita bahwa hal tersebut berasal dari Jepang. Istilah ini, yang berarti ‘stasiun kota’, mewakili sebuah konsep rest area yang menyediakan tempat beristirahat nyaman dan layanan berkualitas lainnya bagi pengguna jalan, dengan melibatkan peran serta masyarakat lokal. Di negara asalnya Jepang, lokasi semacam ini konon telah mencapai sekitar 1000 unit sejak pertama kali dibuat pada tahun 1993.

Michi no Eki bertujuan untuk memberikan kontribusi terhadap keselamatan dan kenyamanan di jalan, di lengkapi dengan media untuk mempromosikan produk-produk dan aktivitas lokal. Oleh karena itu, fungsi wajib yang harus ada di sana adalah untuk beristirahat (refresh), komunitas (community), dan pelayanan informasi (information).

Pemerintah Jepang mensyaratkan kriteria pembangunan Michi no Eki antara lain :

  • Lokasi terdapat di tepi jalan raya dan mudah di akses oleh pengguna jalan;

  • Pelayanan meliputi tempat parkir, toilet, telepon umum, ruang informasi;

  • Memiliki fasilitas tempat parkir yang luas dan bisa digunakan pengendara secara gratis. Toilet yang bersih, ruang informasi yang menyediakan mengenai informasi lalu lintas dan komunitas lokal serta fasilitas penunjang seperti restoran, mini market yang menyediakan produk-produk lokal seperti produk pertanian, kerajinan dan lain-lain yang di operasikan oleh masyarakat/komunitas lokal;

  • Penanggung jawab fasilitas yang dioperasikan oleh komunitas adalah pemerintah daerah atau lembaga kemasyarakatan;

  • Pertimbangan pendirian Michi no Eki adalah akses yang mudah baik oleh anak-anak, orang dewasa, orang tua maupun difable serta memperhatikan tata ruang setempat.

  • Perawatan fasilitas secara keseluruhan, misalnya toilet harus selalu bersih dan dapat digunakan secara aman dan nyaman;

  • Membantu pemerintah dalam hal mengumpulkan dan menyebarkan informasi lalu lintas;

  • Mendidik dan melatih staff humas dengan tujuan meningkatkan kualitas informasi yang ditawarkan;

  • Membuat kolaborasi yang saling menguntungkan untuk meningkatkan fungsi dan fasilitas Michi no Eki secara keseluruhan.

Michi no Eki merupakan suatu konsep kerjasama pemerintah dengan swasta di mana masyarakat/komunitas lokal dapat berperan secara independen dalam pengelolaannya, khususnya didaerah pinggiran dan perdesaan yang dilalui oleh jalan raya. Peran masyarakat antara lain dalam penyediaan layanan seperti restoran, stan yang menjual produk-produk lokal seperti produk pertanian, makanan tradisional, barang-barang kerajinan, barang kebutuhan pengendara selama dalam perjalanan dan lain-lain. Hal ini berarti bahwa Michi no Eki akan memberikan pengendara suatu pengalaman unik dan berciri khas lokal selama beristirahat, sementara disisi lain masyarakat lokal mendapatkan keuntungan komersial melalui penjualan produk. Michi no Eki menuntut keterlibatan dan peran serta aktif dari masyarakat setempat, sehingga diharapkan tujuan pemberdayaan masyarakat lokal dan penciptaan lapangan kerja baru dapat terwujud.

 Michi no Eki kini telah berkembang menjadi ide yang diterapkan di banyak negara sebagai penerapan rest area yang lebih teritegrasi dengan masyarakat dan daerah di sekitarnya. Di Indonesia sendiri, konsep ini menjadi preseden dalam membawa konsep ‘Anjungan Cerdas’ menjadi sebuah rest area yang memiliki aktivitas dan layanan yang mengangkat potensi lokal. Beberapa yang telah direncanakan yakni Anjungan Cerdas Rambut Siwi Kabupaten Jembrana dan Anjungan Cerdas Bendungan Tugu Kabupaten Trenggalek yang direncanakan dapat selesai pada tahun 2018.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s