Distro. Perkembangan dan Dampaknya

 

Distro atau Distribution Store merupakan sebuah tempat yang menjual berbagai pernak-pernik dari sebuah komunitas. Komunitas yang sering kali membuat distro adalah komunitas musik, biasanya musik indie, dan juga skateboard. Pada umumnya barang yang dijual adalah kaos, cd album dari sebuah band indie, topi, sepatu, dan lain-lain.

Pada awalnya distro berkembang di kota Bandung dimana banyak sekali komunitas yang bergerak di bidang musik underground dan juga skateboard. Distro yang pertama kali ada di kota Bandung adalah Reverse yang berdiri pada tahun 1994. Distro ini didirikan oleh Semula Richard, Helci, dan Didit. Mereka mulanya berangkat dari sebuah studio musik yang kemudian menjual pernak-pernik yang behubungan dengan komunitas musik dan skateboard baik lokal maupun import dari luar negeri. Pernak-pernik tersebut antara lain adalah CD, kaset, poster, artwork, aksesoris, dan kaos. Setelah itu kemudian banyak berkembang distro-distro lainnya.

Distro di kota Yogyakarta
Yogyakarta merupakan sebuah kota budaya dan wisata yang memiliki banyak sekali anak muda dengan berbagai komunitas di dalamnya. Banyaknya komunitas ini memberikan sebuah jalan bagi pemilik distro untuk mengembangkan usahanya di kota Yogyakarta. Kota Yogyakarta merupakan salah satu pasar distro yang sangat menguntungkan dimana selain banyak komunitas, kota Yogyakarta juga mempunyai banyak universitas yang menyerap anak muda dari berbagai daerah di Indonesia.

Di kota Yogyakarta sendiri distro tersebar di beberapa tempat. Namun, tempat yang paling dikenal oleh masyarakat berada di jalan Mataram dan jalan Cenderawasih. Diantara dua jalan tersebut jalan Cenderawasih yang membunyai banyak distro yang berderet di sepanjang jalannya. Hal ini membuat jalan Cenderawasih menjadi pusatnya daerah distro di Jogja.

Distro di jalan Cederawasih pada umumnya mengangkat komunitas yang berbasis musik dan juga skateboard. Dengan dipadukan dengan desain fasad yang sederhana serta interior yang menarik, distro di jalan ini menawarkan suasana yang nyaman saat melihat-lihat produk yang dipajang di distro. Namun, desain yang ada di distro yang berada di jalan Cenderawasih kebanyakan memiliki kemiripan yang membuat pelanggan yang sudah menjelajahi distro-distro di jalan ini merasa sedikit bosan dengan gaya yang hampir sama. Namun, gaya yang hampir sama ini menandakan bahwa distro memiliki ciri khas desain yang sederhana.

Distro memiliki beberapa dampak positif yang dapat dirasakan. Antara lain, meningkatnya lapangan pekerjaan yang mana akan mengurangi jumlah pengangguran walaupun tidak signifikan. Pekerjaan yang dapat diakibatkan dari industri distro adalah shop keeper yang mana dapat diisi oleh mahasiswa yang memiliki waktu luang dan membutuhkan uang yang lebih atau sekedar mencari pengalaman. Dari wawancara dengan salah satu shop keeper distro BLOOD yang berada di jalan Cenderawasih, ia mengungkapkan bahwa ia adalah mahasiswa semester akhir yang menjadi shop keeper untuk mengisi waktu luang. Pekerjaan lain adalah industri tekstil atau kain, yang mana permintaan pesanan kain akan semakin meningkat.

Manfaat lainnya adalah meningkatkan kreativitas anak muda. Distro yang bagus sangat ditentukan oleh seberapa kreatif pemilik distro tersebut. Semakin banyaknya distro yang terus tumbuh memaksa setiap distro untuk terus mengasah kreativitasnya dalam produk distro.

Terlepas dari pembahasan diatas, distro di jalan Cenderawasih memiliki beberapa kesan tidak menyenangkan bagi warga yang berada di sekitarnya. Pada awal berdirinya distro di jalan ini, pengelola distro tidak meminta ijin pada RT setempat untuk mendirikan distro. Hal ini sangat disayangkan oleh ketua RT 1 yang RT-nya menjadi tempat distro. Selain itu, ketika distro-distro di jalan Cinderawasih ini mengadakan sebuah pertunjukan musik, tidak ada surat kegaduhan atau semacamnya kepada ketua RT setempat. Selain permasalahan tidak adanya surat ijin kegaduhan ini, arah dari speaker musik yang cenderung mengarah ke rumah warga dirasa mengganggu, karena menurut penuturan ketua RT 1, banyak warganya yang sudah tua sehingga istirahatnya menjadi terganggu.

Distro anime
Anime merupakan animasi dari negara Jepang yang memiliki berbagai macam cerita serta ditujukan untuk berbagai usia. Anime sendiri merupakan kata serapan dari Bahasa inggris yaitu Animation yang dibaca anime-shon dengan pelafalan jepang. Kata anime-shon ini kemudian berubah menjadi anime saja yang berarti animasi khas jepang. Anime sendiri masuk di Indonesia pada tahun 1980-an yang dikemas dalam bentuk kaset video. Setelah tahun 1990-an, anime pun mulai masuk ke stasiun televisi di Indonesia dan mendapatkan respon positif dari masyarakat.

Anime pun kini memiliki banyak peminat khususnya anak muda. Trend anime ini kemudian memunculkan distro yang mengangkat anime. Distro anime ini sebenarnya masih sama dengan konsep distro, yaitu menjual pernak-pernik dari sebuah komunitas. Distro anime sendiri belumlah sebanyak distro yang berlatar belakang musik underground, indie atau pun skateboard. Pemasaran dari distro anime ini sekarang ini, kebanyakan masih menggunakan sistem pre-order yang menggunkan media sosial sebagai sarana promosinya. Namun, selain melalui pre-order secara online, pembeli dapat datang langsung ke distro untuk memilih barang-barang yang sudah siap stok.

Meskipun eksistensi distro anime hanya berada di kalangan penggemar anime jepang, namun distro di bidang anime ini mulai besar seiiring dengan luasnya peredaran anime dan juga komik jepang di kalangan anak muda. Bisa dibilang distro anime merupakan distro yang dapat dijadikan acuan untuk membuat distro karena masih sedikitnya jumlah disto anime baik di Jogja maupun Indonesia.

-Awang Pradipa, Februari 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s