Mewujudkan Hunian dengan Konsep EcoHome

Alam memberikan berbagai kebutuhan manusia secara lengkap, mulai dari pencahayaan hingga oksigen, tinggal bagaimana kita memanfaatkannya dengan baik untuk diaplikasikan pada tempat tinggal.

Rumah biasanya dibangun hanya mementingkan estetika, tidak mengedepankan aspek-aspek lingkungan seperti penggunaan material, desain, pemanfaatam energi alam, pengaturan saluran air hujan, air limbah rumah tangga dan lain sebagainya. Melalui konsep EcoHome ini, kita diajak memperhatikan semua komponen tersebut secara detail, sehingga terwujud sebuah hunian yang ramah lingkungan secara utuh (EcoHome).

Konsep EcoHome bisa dimulai dengan mewujudkan lingkungan yang hijau. Dengan lingkungan seperti ini, rumah bisa dibangun dengan mempertimbangkan aspek alamiah seperti pengaturan cahaya alami dan sirkulasi udara. Rumah kemudian didesain secara khusus dengan mengutamakan aspek alamiah tersebut. Hal ini akan mengurangi pemakaian energi berlebih di siang dan malam hari.

Proses perencanaan

Untuk bisa mewujudkan hunian yang ramah lingkungan (EcoHome), dibutuhkan perencanaan dasar yang kuat, sebelum membangun dibutuhkan Sunpath Analysis, yaitu upaya merancang bangunan dengan memperhatikan jalur edar matahari sepanjang musim. Dengan mengenal jalur ini, maka bisa diantisipasi pengaruh matahari terhadap bangunan.

Selanjutnya, bisa digunakan Daylight Factor Analysis untuk menentukan cahaya yang masuk dalam ruangan pada siang hari. Cara ini untuk mengetahui secara optimal pemanfaatan cahaya alami di siang hari, sehingga tidak menggunakan energi listrik secara berlebihan.

Begitu juga dengan pola dan kekuatan angin, dianalisa dengan Wind Analysis, untuk menentukan pola ventilasi ruangan secara maksimal. Arah bukaan jendela dan pola-pola bukaan ditentukan dan direncanakan dengan baik. Udara alami yang ada di sekitar ditangkap dan diatur dalam ruangan secara optimal.

Pemanfaataan material

Aspek lain yang tidak kalah pentingnya, pemilihan material. Dengan memanfaatkan material modern seperti rangka baja ringan, rangka plafon aluminium, cat ramah lingkungan dan lain-lain, sedikit banyak membantu mengurangi pemanfaataan kayu yang kian langka. Dengan material tersebut, rumah tidak hanya menjadi kokoh, namun juga memberi dampak positif pada lingkungan (EcoHome).

Pemakaian closet pun dipilih dengan fitur eco washer tanpa energi listrik dan penggunaan biofil untuk septic tank yang mampu mengurai air limbah. Tata kelola taman harus mengutamakan unsur ramah lingkungan seperti ketersediaan biopori di halaman dan lingkungan rumah, sehingga meningkatkan daya serap tanah secara optimal. Pada akhirnya, konsep EcoHome bisa diwujudkan secara nyata dan memengaruhi kualitas lingkungannya.

bintanghome.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s