Instalasi Listrik yang Aman

Banyak peristiwa kebakaran penyebab utamanya karena korsleting listrik. Padahal peristiwa ini bisa dicegah dengan manajemen instalasi listrik yang aman. Komponen material seperti kabel, MCB maupun  instalasi harus dilakukan dengan benar. Selain itu, perlu dilakukan pengecekan secara berkala antara 5-6 tahun sekali untuk mencegah terjadinya kebocoran arus listrik.

Instalasi yang aman

Instalasi listrik yang benar harus dilakukan kontraktor instalasi listrik atau instalator. Biasanya di tiap kantor PLN tersedia jasa ini. Jika tidak tersedia, kita bisa memanfaatkannya melalui toko-toko penyedia perlengkapan listrik. Umumnya mereka menyediakan jasa instalasi sekaligus. Hal penting yang harus dilakukan sebelum listrik diinstalasi, kita harus buat pemetaan terlebih dahulu. Berapa titik lampu yang akan dipasang dan berapa kebutuhan stop kontak (titik untuk kebutuhan listrik). Bisa juga dengan membaginya menjadi kebutuhan lampu penerangan dan sumber listrik, serta listrik untuk perangkat elektronik.

Kualitas komponen

Komponen atau material instalasi juga tidak kalah penting. Harus dipilih yang berkualitas dan berstandar SNI (Standar Nasional Indonesia). Pada MCB, jangan gunakan yang tidak berlabel SNI, karena akan berisiko terbakar dan tidak tahan lama. Umumnya MCB tidak ber-SNI dijual dengan harga yang relatif lebih murah ketimbang MCB SNI. Komponen kabel juga harus menggunakan standar SNI. Gunakan kabel berinti tunggal (kawat) untuk instalasi listrik. Jenis kabelnya pun berbeda, tergantung pada besar daya yang dipakai. Kabel yang berkualitas memiliki isolasi ganda, isolasi luar dan dalam, sehingga jika terjadi kerusakan akan lebih terlindungi. Komponen lain seperti seltip, pipa, dan sebagainya juga menggunakan kualitas yang baik.

Cek berkala

Komponen listrik juga memiliki usia pemakaian. Misalnya kabel bisa mencapai 15-20 tahun lebih, jika digunakan secara tepat. Artinya, beban yang dilewati kabel sesuai dengan kemampuannya. Pengecekan instalasi bisa dilakukan setiap 5-6 tahun sekali. Pada instalasi yang terbuka dan berada di bawah atap, biasanya kabel dibiarkan terbuka. Pengecekan dilakukan untuk mengetahui adakah kabel yang rusak akibat gigitan tikus atau tidak. Pada area-area stop kontak (sumber listrik) adakah kabel yang tidak terikat sempurna (lepas).

Efisiensi listrik

Instalasi listrik yang aman juga bisa dilakukan dengan efisiensi pemakaian listrik. Gunakan lampu-lampu hemat energi untuk mengurangi beban pemakaian. Matikan perangkat elektronik ketika tidak digunakan dan cabut kontaknya. Jangan biarkan kontak teve atau kipas masih menempel pada stop kontak. Lakukan pembagian grup untuk perangkat elektronik berkonsumsi listrik besar seperti AC, microwafe, dispenser, mesin cuci, hairdryer, pemanggang roti, dan lainnya.

bintanghome.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s