The Art of Japanese Garden

Keterbatasan lahan yang dimiliki saat ini menjadikan taman Jepang banyak peminatnya. Desainnya yang simpel dengan perpaduan elemen taman yang alami menjadikan taman ini kaya akan makna. Tidak hanya di rumah-rumah bergaya Jepang saja taman ini dapat teraplikasi, namun juga di rumah bergaya lainnya seperti modern dan minimalis.

Kaiyushiki Teien

Di negara asalnya taman ini banyak dibangun di kuil, rumah pejabat dan hotel. Sedangkan untuk taman berukuran sempit yang banyak dijumpai di rumah rakyat disebut tsuboniwa (taman halaman kecil) atau nakaniwa (halaman depan). Di Indonesia, replika taman Jepang ini salah satunya dapat disaksikan di dalam Taman Bunga Nusantara. Di sini taman Jepang yang didisplay merupakan taman Jepang bergaya kaiyushiki teien. Taman Jepang seperti ini berkembang pada zaman Edo. Dengan ciri khas pada ukurannya yang besar dan dilengkapi dengan kolam serta batu-batuan. Di dalam taman terdapat jenis tanaman teh-tehan berukuran kecil yang tersebar di beberapa bagian dengan jembatan sebagai penghubung.

Basic Principles

Berbeda dengan taman bergaya Eropa, taman Jepang tidak mengenal garis lurus atau asimetris. Ini berguna agar tidak satu pun elemen yang menjadi dominan. Ukurannya yang besar membuat taman ini dilengkapi juga dengan bangunan kecil berupa gazebo kayu, tempat orang menikmati keindahan alam. Beberapa elemen dasar yang harus ada di dalam taman seperti, air, tanaman, batu, pagar, lentera, wadah air dan jembatan.

homelivingindonesia.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s