Mengolah Sampah Menjadi Pupuk

 

Sampah terutama yang dihasilkan oleh rumah tangga sebenarnya mudah untuk diolah sehingga tidak menimbulkan penyakit serta bisa dimanfaatkan oleh lingkungan permukiman.

Dengan metode composting terbukti praktis, ekonomis, tidak berbau ataupun mengundang lalat, serta tidak memerlukan listrik dan area yang luas untuk dikerjakan sendiri (do it yourself). Yang paling penting adalah hasil akhirnya yaitu berupa kompos organik dan pupuk organik cair yang bisa dipakai sendiri untuk menyuburkan, merawat tanaman, mendukung gerakan penghijauan, dan menciptakan sebuah peluang usaha. Berikut ini diuraikan tahap-tahap dalam mengolah sampah jadi pupuk organik.

1. Pilah Sampah

Pertama, mengumpulkan dan memilah sampah antara sampah jenis nonorganik dan sampah organik. Sampah nonorganik yang berbahan dasar plastik, aluminium, dan bahan logam lainnya dipisah untuk didaur ulang atau bisa juga dijual ke pengepul untuk dijadikan produk baru oleh pihak lain atau diolah menjadi aneka barang kerajinan. Sementara itu, sampah organik yaitu sisa sayuran, kulit buah, dedaunan, dan kotoran hewan peliharaan ini dimasukkan ke tong bekas yang sudah didesain secara khusus.

2. Menyiapkan Tong

Tong yang dipakai adalah tong bernama composter. Tong ini justru memanfaatkan tong bekas yang kualitas plastiknya jauh lebih tebal daripada tong yang baru. Sekat di bagian dalamnya dengan selembar fiber yang sudah lebih dulu dilubangi seperti sebuah saringan. Tujuannya, agar pupuk cair yang dihasilkan nantinya tersaring ke dasar tong dan tidak tercampur dengan sampah padat. Bagian bawah di luar tong juga dilubangi untuk membebaskan gas metan yang dihasilkan selama proses pembusukan (fermentasi) sehingga sampah tidak menimbulkan bau tak sedap.

Pada salah satu dari lubang tersebut dimasukkan pentil ban serta dipasang selang plastik pendek (selang indikator) untuk mengalirkan pupuk cair yang sudah siap “dipanen”. Tempatkanlah tong di area yang tak terkena hujan atau diterpa sinar matahari langsung agar tidak terganggu proses pembusukan sampah, sekaligus merawat tong agar tidak cepat rusak. Apabila tong sudah siap, masukkan sampah organik ke dalam tong tersebut.

3. Menyiapkan Bio Aktivator

Cairan yang berfungsi mempercepat proses penguraian bakteri pada sampah ini terdiri dari macam-macam merek, salah satunya adalah merek EM4 yang bisa digunakan untuk membuat pupuk metode composting. Siapkanlah cairan bioaktivator sebanyak 10 ml sampai 20 ml, lalu masukkan ke dalam botol sprayer yang sudah diisi air sebanyak 1 liter. Campurkan pula gula pasir sebanyak satu sendok teh, bisa ditambahkan terasi sebesar satu ruas jari, kemudian kocok sampai hasilnya teraduk rata. Semprotkan campuran tersebut ke dalam tong tiap tujuh hari sekali di bagian atas tumpukan sampah organik.

Bermacam-macam ukuran tong yang tersedia di komunitas ini, mulai dari skala rumah tangga sebesar 25 hingga 35 liter dengan daya tampung maksimal selama 2 hingga 4 bulan sampai yang skala lingkungan sebesar 65 hingga 120 liter dengan daya tampung maksimal selama 6 hingga 12 bulan. Sampah yang banyak mengandung buah, akan menghasilkan pupuk cair lebih cepat karena banyak mengandung kadar air.

4. Menggunakan Pupuk dan Kompos

Apabila selang indikator sudah mengeluarkan air, itu menandakan siap “panen” pupuk cair. Caranya yaitu selang plastik dibuka, pupuk cair yang berwarna hitam akan mengalir dan langsung ditampung dalam ember atau baskom guna membuang gas metan, lalu disimpan dalam botol yang siap digunakan.

Cara pengaplikasian pupuk organik cair yaitu 50 ml sampai 100 ml pupuk cair organik dicampur dengan 1 liter air tergantung jenis tanamannya, kemudian semprotkan cairan ini ke jenis tanaman yang ada di dalam pot/tanaman hidroponik. Daun dan bunganya tumbuh lebat serta berwarna pekat karena pupuk sampah organik kaya akan nutrisi dan hormon. Sementara itu, sampah yang sudah disimpan selama 3 minggu sampai 4 minggu lamanya di dalam tong berarti sudah siap “dipanen” sebagai pupuk padat. Keluarkan kompos dari tong, kemudian langsung disebarkan ke tanah atau ke pot tanaman. Tong yang kosong dibersihkan dan siap dipakai kembali.

majalahasri.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s