Tips untuk Rumah Terlanjur di Wilayah Banjir

1. Pisahkan fungsi ruang atas dan ruang bawah

Seluruh aktivitas vital, seperti tidur hingga buang air sebaiknya dialihkan di lantai 2. Sisanya seperti menerima tamu, garasi atau gudang, dipindah ke lantai 1.

2. Hindari furnitur mudah lapuk

Hindari penggunaan furnitur berbahan kayu, ganti dengan bahan yang besi atau bahan lain yang tidak mudah rusak karena air. Jika tidak memungkinkan, gunakan scaffolding atau steger – bangunan rangka besi yang bisa dirakit dan berketinggian maksimum 6 meter – sebagai penyelamat furnitur.

3. Renovasi

Untuk daerah yang memiliki ketinggian banjir melebihi 50 cm, penghuni harus merenovasi bangunan secara total. Bila kurang, biasanya masih aman untuk sekadar meninggikan lantai, walaupun risikonya rumah terasa lebih pendek.

4. Buat lubang biopori

Lubang biopori berfungsi sebagai “penyedot” air ketika banjir, sehingga genangan cepat menyusut. Selain itu, penting juga mengecek keadaan selokan sekitar, dibersihkan jika kotor agar aliran air lancar.

5. Stop kontak listrik harus di bagian atas

Stop kontak yang berada di dinding bagian bawah berisiko korsleting saat banjir. Idealnya adalah setinggi dagu orang dewasa.

Sumber: Majalah Intisari edisi Januari 2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s